Tampilkan postingan dengan label Nyeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nyeri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2012

Saat Nyeri Haid Datang Kurangi yang Gurih Perbanyak Serat

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang jadwal menstruasi datang, biasanya kita mulai merasa pusing, lemas, sedikit nyeri di perut bagian bawah, atau malas beraktivitas. Perempuan yang lain akan merasa tubuh jadi lemas dan cepat lelah, berat badan bertambah, berjerawat, sampai pinggang terasa pegal. Inilah tanda-tanda Anda sedang mengalami PMS, alias premenstrual syndrome.
"Yang paling sering terjadi adalah perempuan jadi mudah marah, emosi labil, dan nafsu makannya meningkat," tutur dr Ryan Thamrin, konsultan masalah reproduksi seksual, saat acara "Shine with Charm" di STIE Perbanas, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2011) lalu.
Menurut Ryan, ada beberapa trik yang bisa digunakan untuk mengurangi keluhan PMS ini, khususnya dalam hal asupan makanan. Contohnya:
Mengurangi makanan gurih. Lebih baik hindari makanan yang bersifat gurih atau asin, seperti kentang goreng, kacang-kacangan, atau makanan berbumbu lainnya. Kandungan garam yang tinggi dalam tubuh akan mempercepat proses pelepasan air berlebih di dalam tubuh, sehingga tubuh cepat terasa lemas.
Menambah konsumsi serat. Serat dari sayuran dan buah-buahan bisa membantu mengurangi keluhan PMS. Pisang, misalnya, mengandung vitamin B6 yang mampu mengurangi gejala PMS seperti  payudara yang menegang, retensi air, dan mood yang berubah-ubah. Sedangkan nenas, kaya akan vitamin A, B, dan C, serta mangan. Mineral ini telah terbukti mampu meningkatkan mood dan mengurangi retensi air, sehingga Anda terbebas dari problem perut kembung.
Memperbanyak minum air putih. Hindari minum terlalu banyak gula, kafein, cokelat, dan es. Kondisi dingin dalam tubuh tidak baik untuk aliran darah. Sebaiknya minum air putih hangat untuk memperlancar aliran darah.
Mengonsumsi zat besi. Saat menstruasi, kita kehilangan 12-15 mg elemen zat besi. Karena itu, saat menstruasi Anda perlu minum vitamin penambah darah. Selain dengan mengonsumsi vitamin, Anda bisa memenuhi kebutuhan zat besi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Beberapa jenis makanan yang mengandung zat besi adalah daging sapi, kambing, ayam, ikan, ikan tuna, telur, oatmeal, serta berbagai sayuran berwarna hijau.
Konsumsi vitamin C. Untuk memperkuat daya tahan tubuh, sebaiknya tambahkan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin C. Selain jeruk, nenas, mangga, atau pepaya, sumber vitamin C ada pada strawberry, brokoli, semangka, kembang kol, kubis, dan tomat.

Nyeri di Pertengahan Siklus Menstruasi

Pertanyaan :
Dok, saya mau tanya, saya menikah 30 Juni 2011. Tanggal 1 s/d 7 saya menstruasi (selesai hingga bersih), tapi sekitar tanggal 12 s/d 14 keluar lagi flek-flek coklat seperti mens. Masalah ini terjadi sebulan sebelum saya menikah hingga sampai sekarang. Rasanya sangat tidak nyaman, dan membuat saya bingung. Perut saya nyeri seperti sedang menstruasi. Kalau dibilang jamur, dia tidak gatal, saya sudah beberapa kali ke dokter kandungan, tapi belum ada perubahan. Apakah ini berbahaya? Mohon penjelasannya. Terima kasih dok.
Dewi Nurma-28 tahun, Bekasi

Jawaban :
Untuk ibu Nurma yang baik hati, semoga tidak bingung kembali setelah ini ya. Sebelumnya selamat atas pernikahan ibu. Nyeri pada pertengahan siklus menstruasi, kadang kala dapat terjadi pada saat sel telur terlepas dari indung telur, hal ini terkenal dengan nama mittelschemerz dan hal ini dialami oleh ± 20% wanita, namun dengan intensitas sakit yang berbeda tentunya.
Gejala lain yang mengikuti mittelschemerz adalah:
Lendir vagina yang lebih lengket, hal ini menandakan bahwa wanita sedang masa subur.
Flek, yang disebabkan penurunan sementara kadar hormon estrogen yang tiba-tiba, sesaat sebelum ovulasi.
Jadi jelas bila pada pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter kandungan tidak dijumpai kelainan, hal ini merupakan proses psikologis. Namun untuk dapat melakukan diagnosa atas pemeriksaan keseluruhan, ada baiknya ibu melakukan pemeriksaan penunjang secara menyeluruh, dan berkonsultasi dengan dokter kebidanan serta kandungan tentunya.
Demikian ya bu Dewi, salam sehat.
-dr. Samson Chandra, SpOG, D-MAS